linux

BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang

Pada saat ini hampir semua orang sudah menggunakan system operasi windows sebagai system operasi di komputer mereka. Hampir semua orang sudah tahu tentang system operasi windows, cara instalasinya, aplikasinya dan lain – lain. Tetapi bagaimanakah dengan system operasi linux?, mungkin bagi masyarakat di Negara maju seperti jepang, amerika, dll. Sudah mengenal linux bahkan mampu untuk membuat system operasi yang serupa dengan linux. Tetapi bagaimanakah dengan masyarakat di Negara – Negara berkembang seperti Indonesia? Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia masih banyak yang gagap teknologi, hanya sebagian kecil saja yang memiliki wawasan yang luas dalam
bidang IT.

Untuk itu kami mencoba untuk mengambil sedikit andil dalam perkembangan dunia pendidikan di bidang IT di negara tercinta ini (Indonesia), pada kesempatan ini kami mencoba untuk menulis beberapa hal mengenai salah satu system operasi (Linux), dalam makalah ini kami memaparkan tentang sejarah linux, keunggulannya, instalasinya dan lain sebagainya.
2. Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan ini adalah :
a. mengetahui apa itu linux, perbedaan dengan windows
b. mengetahui perintah dasar linux dan filesystemnya
c. mengetahui cara instalasi linux dan aplikasinya
d. mengetahui konfigurasi system

3. Pembatasan Masalah

Agar penulisan ini tetap terfokus maka penulisan makalah ini
dibatasi pada :
a. linux dan sejarahnya
b. perintah dasar linux dan filesystemnya
c. instalasi linux

BAB II
ISI
1. Linux Dan Sejarahnya
Linux atau GNU/Linux adalah sistem operasi bebas yang sangat populer untuk computer, Istilah Linux atau GNU/Linux (GNU) juga digunakan
sebagai rujukan kepada keseluruhan distro Linux (Linux distribution), yang di
dalamnya disertakan program-program lain pendukung sistem operasi. Contoh program tersebut adalah server web, bahasa pemrograman, basisdata, tampilan desktop (Desktop Environment) (seperti GNOME dan KDE), dan aplikasi perkantoran (office suite) seperti OpenOffice.org, KOffice,
Abiword, Gnumeric. Distro Linux telah mengalami pertumbuhan yang pesat
dari segi popularitas, sehingga lebih populer dari versi UNIX yang menggunakan sistem lisensi dan berbayar (proprietary) maupun versi UNIX
bebas lain yang pada awalnya menandingi dominasi Microsoft Windows dalam beberapa sisi. Linux mendukung banyak perangkat keras komputer, dan telah digunakan di berbagai peralatan dari komputer pribadi, superkomputer dan sistem benam (embedded system), seperti telepon seluler (Ponsel) dan perekam video pribadi. Pada awalnya, Linux dibuat, dikembangkan, dan digunakan oleh peminatnya saja. Kini Linux telah mendapat dukungan dari perusahaan besar seperti IBM dan HewlettPackard. Para pengamat teknologi informatika beranggapan kesuksesan ini dikarenakan Linux tidak bergantung kepada vendor (vendor independence),
biaya operasional yang rendah, dan kompatibilitas yang tinggi dibandingkan versi UNIX proprietari, serta faktor keamanan dan kestabilannya dibandingkan dengan Microsoft Windows. Ciri-ciri ini juga menjadi bukti atas
keunggulan model pengembangan perangkat lunak sumber terbuka (opensource software).
Linux ini disebarkan secara luas dengan gratis di bawah lisensi GNU General Publi License (GPL), yang berarti source code Linux juga tersedia bagi publik. Linux dikembangkan oleh perorangan maupun kelompok yang bekerja secara sukarela. Para pengembang Linux memanfaatkan jaringan
Internet untuk melakukan tukar-menukar kode, melaporkan bug, dan membenahi segala masalah yang ada. Setiap orang yang tertarik biasanya bergabung dalam pengembangan Linux ini. Pengembangan Linux pertama kali dilakukan oleh Linux Benedict Torvalds pada tahun 1991 di Universitas Helsinki, Finlandia. Kemudian Linux dikembangkan lagi dengan bantuan dari banyak programmer dan pakar UNIX di Internet. Linux ini bisa diperoleh dari beberapa distribusi yang umum digunakan, misalnya RedHat, Debian, Slackware, Caldera, Stampede Linux, TurboLinux dan lain-lain.

Sejarah linux
UNIX merupakan salah satu sistem operasi yang mengawali lahirnya
Linux ke dunia ini. UNIX merupakan salah satu sistem operasi yang ada saat
ini. Adapun UNIX merupakan salah satu sistem operasi populer selain
keluarga raksasa Microsoft (mulai dari DOS, MS 9x sampai Vista), Novell,
OS/2, BeOS, MacOS dan lainnya.
Sejarah kemunculan UNIX dimulai pada tahun 1965 ketika para ahli
dari Bell Labs, sebuah laboratorium milik AT&T, bekerja sama dengan MIT
dan General Electric membuat sistem operasi bernama Multics(sudah pernah
dengar belum?). Nah, sistem operasi Multics ini awalnya didesain dengan
harapan akan menciptakan beberapa keunggulan, seperti multiuser,
multiprosesor, dan multilevel filesystem. Namun pada tahun 1969, AT&T
akhirnya menghentikan proyek pembuatan Multics karena sistem operasi
Multics ini sudah tidak memenuhi tujuan semula. Dengan kata lain, proyek ini
mengalami hambatan karena dalam kenyataannya Multics banyak terdapat
bugs dan sulit sekali dioperasikan
Kenal Linus Torvalds kan? Linus dilahirkan di Helsinki, Finlandia pada
tanggal 28 Desember 1969. Orang yang disebut sebagai Bapak Linux(LINus
UniX) ini, sudah mengenal bahasa pemrograman pada umurnya yang ke 10.
Saat itu ia sering mengutak-atik komputer kakeknya, Commodore VIC-20.
Karena hobinya dalam dunia komputing, 1988 Linus diterima di Univerity of
Helsinki dan pada tahun 1990, Linus memulai kelas pemrograman C
pertamanya. Pada tahun 1991, Linus tidak puas terhadap sistem operasi
yang ada pada PC pertamanya (MS-DOS atau Disk Operation System), OS
buatan Microsoft.
Linus lebih cenderung untuk menggunakan sistem operasi UNIX
seperti yang dipakai komputer milik universitasnya. Akhirnya ia mengganti
sistem operasi openSource Minix yang berbasiskan UNIX. Adapun Minix ini
merupakan sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew S.
Tanenbaum, seorang professor yang menggeluti penelitian masalah OS dari
Vrije Universiteit, Belanda. Adapun Minix ini digunakan untuk keperluan
pengajaran dan pendidikan
Namun Linus merasa bahwa Minix masih memiliki banyak kelemahan.
Dan mulai saat itu, di usianya yang ke-23, Linus mulai mengutak-atik kernel
Minix. Dan ia mulai mengembangkan sistem yang kompatibel dengan IBM
PC. Pada bulan Agustus 1991, lahirlah Linux 0.01 hasil oprekan Linus, dan
pada tanggal 5 Oktober 1991, secara resmi Linus mengumumkan Linux 0.02
yang hanya dapat menjalankan BASH dan gcc compiler. Selain itu, Linus
juga mempublikasikan sistem operasi buatannya tersebut lengkap dengan source codenya, yang ternyata disambut dengan sangat antusias oleh para
programmer dan developer di seluruh dunia agar dapat di develop bersama sama
Sampai saat ini, Linux dibangun oleh berbagai macam komunitas dan
jangan heran apabila banyak sekali distro-distro Linux yang beredar. Mulai
dari yang berbayar sampai yang gratis, dari untuk pemula sampai tingkat
lanjut, dan biasanya dengan banyaknya distro Linux yang beredar akan
membuat orang awam bingung untuk memilih distro. Bayangkan, ada
beratus-ratus distro yang tercipta atau bahkan beribu-ribu. Namun perlahan
tapi pasti, diantara distro-distro Linux ini ada yang menyamai (atau bahkan)
melebihi kemampuan dari Sistem Operasi keluarga raksasa (Microsoft) dan
dengan semakin mudahnya dan semakin lengkapnya dukungan Linux pada hardware, besar kemungkinan Linux akan menjadi alternatif (atau bahkan
sistem operasi utama di dunia). InsyaAllah bila tidak ada halangan, saya akan memberikan tips-tips memilih distro Linux.

Kelebihan linux:

1. Linux merupakan sistem operasi bebas dan terbuka. Sehingga dapat dikatakan, tidak terdapat biaya lisensi untuk membeli atau
menggunakan Linux.
2. Linux mudah digunakan. Dulu, Linux dikatakan merupakan sistem operasi yang sulit dan hanya dikhususkan untuk para hacker. Namun, kini, pandangan ini salah besar. Linux mudah digunakan dan dapat
dikatakan hampir semudah menggunakan Windows.
3. Hampir semua aplikasi yang terdapat di Windows, telah terdapat alternatifnya di Linux. Kita dapat mengakses situs web Open Source as Alternative untuk memperoleh informasi yang cukup berguna dan cukup lengkap tentang alternatif aplikasi Windows di Linux.
4. Keamanan yang lebih unggul daripada Windows. Dapat dikatakan, hampir semua pengguna Windows pasti pernah terkena virus, spyware, trojan, adware, dsb. Hal ini, hampir tidak terjadi pada Linux. Di mana, Linux sejak awal didesain multi-user, yang mana bila virus menjangkiti user tertentu, akan sangat sangat sangat sulit menjangkitian menyebar ke user yang lain. Pada Windows, hal ini tidaklahterjadi. Sehingga bila dilihat dari sisi maintenance / perawatan data maupun perangkat keras-pun akan lebih efisien. Artikel yang
menunjang argumen ini:

1. Linux dan Virus.
2. Melindungi Windows dari serangan virus dengan menggunakan Linux.

5. Linux relatif stabil. Komputer yang dijalankan di atas sistem operasi
UNIX sangat dikenal stabil berjalan tanpa henti. Linux, yang merupakan varian dari UNIX, juga mewarisi kestabilan ini. Jarangditemui, komputer yang tiba-tiba hang dan harus menekan tombol CtrlAlt-Del atau Restart untuk mengakhiri kejadian tersebut. Sehingga, tidaklah mengherankan bila Linux mempunyai pangsa pasar serverunia yang cukup besar. Dari hasil riset IDC, pangsa pasar server dunia yang menggunakan Linux pada tahun 2008 akan mencapai 25,7
% (dapat dibaca di eweek.com).
6. Linux mempunyai kompatibilitas ke belakang yang lebih baik (better backward-compatibilty). Perangkat keras (hardware) yang telah berusia lama, masih sangat berguna dan dapat dijalankan dengan baik
di atas Linux. Komputer-komputer yang lama ini tidak perlu dibuang dan masih dapat digunakan untuk keperluan tertentu dengan menggunakan Linux (sebagai penunjang informasi dapat membaca artikel “Don’t Throw That Old PC Away–Give It New Life with Linux“). Selain itu, tidak pernah ditemui dokumen-dokumen yang lebih baru tidak dapat dibaca pada Linux versi yang lebih lama. Pada Windows, kita seakan dituntut untuk terus mengikuti perkembangan perangkat keras. Sebagai contoh, beberapa bulan lalu, telah dirilis Windows
Vista. Beberapa dokumen yang dibuat dalam Windows Vista tidak dapat dibuka dalam Windows XP. Sehingga, mau tidak mau, kita harus beralih ke Windows Vista, dan itu berarti meng-upgrade atau membelierangkat keras (hardware) baru yang lebih bagus (perangkat keras minimum Windows Vista dapat dilihat Microsoft.com). Atau, bisa jadi ada aplikasi-aplikasi yang dibuat beberapa tahun yang lalu tidak dapat dibuka lagi di Windows Vista, karena sudah tidak didukung lagi oleh
Microsoft.

Kekurangan Linux:

1. Banyak pengguna yang belum terbiasa dengan Linux dan masih ‘Windows minded’. Hal ini dapat diatasi dengan pelatihan-pelatihan atau edukasi kepada pengguna agar mulai terbiasa dengan Linux.
2. Dukungan perangkat keras dari vendor-vendor tertentu yang tidakterlalu baik pada Linux. Untuk mencari daftar perangkat keras yang didukung pada Linux, kita dapat melihatnya di Linux-Drivers.org atau
LinuxHardware.org.
3. Proses instalasi software / aplikasi yang tidak semudah di Windows. Instalasi software di Linux, akan menjadi lebih mudah bila terkoneksi ke internet atau bila mempunyai CD / DVD repository-nya. Bila tidak, maka kita harus men-download satu per satu package yang
dibutuhkan beserta dependencies-nya.
4. Bagi administrator sistem yang belum terbiasa dengan Unix-like (seperti Linux), maka mau tidak mau harus mempelajari hal ini. Sehingga syarat untuk menjadi administrator adalah manusia yang suka belajar hal-hal baru dan terus-menerus belajar.

b) Filesystem Linux
Ketika awal mula mencoba Linux kemudian mengeksplorasi direktory dan filefilenya, ada kemungkinan timbul pertanyaan-pertanyaan. “Apa maksud dari
Home Directory, Root Folder (/), /etc, /var/, /boot, /home?” “Apakah Linux
mengenal istilah ‘Drive A’, ‘Drive C, D’?” “Mengapa tidak ditemukan file program seperti .exe, .com, dll di dalam Linux ?”
Untuk mengerti filesystem di Linux, kita perlu sedikit mengubah pengertian
yang telah kita anut selama ini terhadap filesystem, khususnya filesystem di
system operasi Windows. Oleh karena itu, modul ini memerlukan asumsiasumsi sebagai berikut :
1. Pemahaman terhadap filesystem di Windows
2. Pemahaman komputer secara umum, misalnya apa itu direktori, dsbnya.
Dalam modul ini, yang dimaksud dengan filesystem adalah suatu cara
pengorganisasian file dan direktori di dalam suatu media penyimpanan
(misalnya harddisk).
1. Direktori / Partisi
Filesytem di dalam Linux sebenarnya ada persamaan dengan Windows,
misalnya kedua OS ( Operating System ) ini sama-sama mengenai istilah
‘root directory’. Di dalam Windows tidak terdapat direktori bernama ‘root’, tapi
sebenarnya yang dimaksud dengan root direktori dalam Windows adalah
ketika user berada dalam prompt C:/. Root direktori ini adalah tempat awal
dimana nantinya semua direktori akan bercabang.
2. Linux Tidak Mengenal ‘Drive C, Drive D’ Dll
Disinilah perbedaan cara organisasi file dari Linux. Kita bisa katakan bahwa
/etc, /boot, dll itu adalah ‘partisi’ seperti yang dikenal dalam Windows
(walaupun tidak sama persis. Sebab Windows hanya mengenal 1 partisi
utama dan partisi extended. Sedangkan di dalam Linux kita bisa membuat
direktori atau partisi itu sangat banyak). Jadi /etc, /boot, /home itu bisa
dikatakan sebagai partisi, tetapi jangan mengunci dalam pengertian
filesystem Windows.
Sebenarnya kita bisa saja membuat direktori bernama ‘C’ atau ‘D’, tapi hal ini
tidak ada gunanya atau hubungannya dengan organisasi file/direktori dalam
Linux.
Dalam Linux, file-file dikelompokkan lebih berdasarkan fungsi, jadi misalnya:
semua file konfigurasi akan berada dalam direktori /etc. Sedangkan Windows
menggolongkan file berdasarkan Program, Misalnya program WinZip, maka
boleh dibilang semua file program WinZip akan berada dalam direktori
C:/Program Files/Winzip (kecuali bila diinstall dalam direktori lain).
3. Penamaan File
Sistem penamaan file di dalam Linux lebih fleksibel. Dalam artian, tidak
semua file memerlukan extension seperti halnya di dalam Windows. Jadi
tidak akan ditemukan file berextension ‘exe’ atau ‘com’ di dalam Linux. Filefile aplikasi di Linux tidak memerlukan extension. Extension file dalam Linux
hanya berguna untuk menandakan apa fungsi dari file itu, misalnya extension‘conf’ untuk file konfigurasi (misalnya: named.conf), extension ’sh’ untuk file
script.
4. Device = Nama File
Satu lagi yang menarik dari Linux. Device-device seperti floppy disk,
harddisk, CDROM, modem, dll, ditulis dalam bentuk sebuah file. Device
?device tersebut dapat dilihat dalam direktori /dev/ (device).
5. Daftar Direktori Dalam Linux
Seluruh informasi yang tersimpan dalam Linux berada pada sebuah struktur
file. Sistem file yang tersusun dalam direktori-direktori
yang menyerupai struktur tree (seperti pohon dengan akar berada diatas dan
cabang dibawah).
/
(root!)
|
|
-—————————————————————
| | | | | | | | |
| | | | | | | | |
/bin /boot /dev /etc /home /lib /tmp /usr /sbin
|
|
–—————
| |
/home/andi /home/sabar
/ = root direktory
/home = direktori tempat user menaruh filenya. Jadi misalnya user andi akan
memiliki direktori home sbb: /home/andi/
/etc = direktori tempat semua file konfigurasi, baik dari program aplikasi
maupun system Linux.
/bin = direktori tempat binary dari program-program yang bisa dijalankan.
/sbin = sama seperti /bin, tapi khususnya untuk program-program yang
berkaitan dengan system.
/tmp = sama seperti direktori direktori temp pada Windows, namun pada
Linux direktori /tmp ini akan dihapus secara periodik
/usr = direktori yang berisi file-file program yang tidak kritis/penting sekali.
/var = direktori tempat menaruh file-file yang berubah-ubah terus, seperti file
log, dan mail.
/boot = direktori tempat menaruh file-file yang berkaitan dengan proses
booting dari Linux
/dev/hda = harddisk IDE pertama Anda
/dev/hda1 = partisi pertama pada harddisk IDE pertama

/dev/hdb2 = partisi kedua pada harddisk IDE kedua
/dev/fd0 = floppy drive pertama
/dev/ttyS1 = serial port yang pertama
/dev/hdc = biasanya CDROM
/dev/sda = device pertama pada SCSI controller
3. Instalasi Linux
Bagi mereka yang tidak mampu untuk membeli sistem operasi
Microsoft, maka Linux dapat menjadi alternatif sistem operasi yang
digunakan di PC secara halal & tidak membajak perangkat lunak sama
sekali. Biasanya yang paling membuat pusing kepala adalah ketakutan /
ketidak mampuan dalam menginstalasi sistem operasi Linux.
Saya sendiri menggunakan sistem operasi Linux Mandrake 8.0 di PC saya
berdampingan dengan sistem operasi Windows (asli). Saya harus akui
sebagian sistem operasi Linux cukup sulit bagi orang biasa untuk
menginstalasi-nya, akan tetapi Linux Mandrake sudah demikian mudah sekali
& kemungkinan gagal-nya rendah.
Secara umum ada beberapa pilihan cara instalasi yang dapat dilakukan,
Linux dapat di instalasi dengan kondisi:
• PC sudah terinstalasi Windows dan seluruh harddisk terpakai oleh
Windows. Biasanya kita menggunakan program partition magic untuk
me-resize partisi Windows.
• PC sama sekali belum terinstalasi apa-apa, kita mulai dari nol. Seluruh
harddisk masih kosong & belum terformat sama sekali. Kita bisa
menginstalasi Linux secara keseluruhan, atau membagi sebagian
partisi untuk Windows.
Pada kesempatan ini saya hanya memfokuskan teknik instalasi Linux
Mandrake tanpa berdampingan dengan Windows sama sekali. Jika anda
ingin dalam satu komputer ada Windows & Linux sekaligus, install Windows
terlebih dulu baru kemudian instalasi Linux.
Sebelum instalasi Linux
• Pastikan kita masih memiliki sisa harddisk minimal sebesar 1.5GB
untuk Linux. Tidak apa-apa jika harddisk tsb. sudah terformat
menggunakan Windows FAT32, kita bisa mengakali agar file systemnya nanti di ubah menjadi Linux.
• Catat baik-baik semua data teknis periferal yang ada di komputer yangkita gunakan, seperti, ethernet card (LAN card), sound card, jenisharddisk, video card. Umumnya Linux Mandrake dapat secara
otomatis mendeteksi card-card tersebut, hal ini hanya untuk berjagajaga kalau Mandrake gagal mendeteksi card periferal tsb. Cara paling sederhana & gampang untuk men-check data teknis peralatan / card periferal yang digunakan adalah menggunakan Windows melalui Start Settings Control Panel System Device Manager. Klik device yang kita inginkan & catat resources yang digunakan. • Setting BIOS diubah agar urutan booting menjadi FDD (floppy) CDROM HDD (harddisk). Untuk memasuki setting BIOS tekan ESC atau DEL pada saat booting pertama kali & cari bagian untuk setting urutan booting.
Siapkan Partisi Untuk Linux
Bagian ini merupakan bagian yang paling seru, merupakan seni tersendiri &
sangat tergantung pada kebutuhan kita maupun kondisi awal harddisk yang
akan kita instalasi. Minimal sekali Linux akan membutuhkan partisi:
Directory / Mount File System Ukuran
/ Ext2 1 Gbyte
/home Ext2 100Mbyte
Swap Swap 64Mbyte
Proses setting partisi dapat dilakukan secara automatis oleh Linux atau
secara manual.
Instalasi Linux
Masukan CD Linux Mandrake (CD 1) ke CD drive & booting komputer. Mohon
di pastikan bahwa anda telah menset BIOS agar urutan booting adalah: FDD (floppy) CDROM HDD (harddisk). Jika booting dari CDROM Linux dapat dilakukan dengan baik maka anda akan melihat logo Linux Mandrake pada layar. Anda dapat langsung menekan tombol ENTER untuk melanjutkan proses instalasi.

Perlu saya ingatkan disini bahwa proses instalasi Linux, terutama bagi yang
menggunakan distribusi Mandrake 8.0 sudah demikian mudahnya karena
sebagian besar parameter-nya tinggal di klik OK saja karena Mandrake telah
mendeteksi & menyiapkan yang terbaik. Di samping itu, sebagian parameter
dapat di set ulang setelah Linux Mandrake terinstall menggunakan fasilitas
Mandrake Control Center. Oleh karenanya kita tidak perlu takut akan
menderita kesulitan yang berarti untuk menginstalasi Linux.
Selanjutnya akan saya overview sedikit proses yang terjadi pada saat
instalasi. Terus terang, sebagian besar yang harus kita lakukan hanya
menekan OK, Accept. Kalaupun kita harus menset sesuatu biasanya semua
tertera dengan jelas pada layar.
Layar pertama yang akan muncul adalah menanyakan bahasa apa yang
ingin anda gunakan dalam operasi Linux. Sebagian orang akan memilih
bahasa Indonesia yang kebetulan di sediakan juga di Linux Mandrake.
Beberapa rekan, masih lebih menyukai untuk menggunakan bahasa Inggris
karena terbiasa dengan bahasa Inggris. Tekan tombol OK untuk melanjutkan.
Seperti hal-nya proses instalasi software lainnya, anda akan diminta untuk
menerima perjanjian lisensi penggunakan software. Anda dapat membacanya baik-baik jika dibutuhkan & jika anda menerima perjanjian penggunaan
software tersebut dapat menekan tombol ACCEPT.
Karena Linux mempunyai banyak sekali koleksi software, maka ada
beberapa pilihan instalasi yang dapat dilakukan. Oleh karena itu Mandrake
memberikan pilihan apakah kita akan menginstall software yang
recommended saja, atau untuk expert (ahli). Pada pilihan recommended
hanya software yang diperlukan saja yang akan di install. Pada pilihan expert
maka banyak software lainnya yang akan di install yang biasanya hanya dibutuhkan oleh orang yang ahli Linux (bukan user biasa). Bagi para pemula
saya sarankan untuk memilih recommended agar sebagian besar proses
akan di otomatisasi oleh Linux.
Mungkin yang paling penting hanya pemilihan paket program yang akan
digunakan, karena Linux membawa banyak sekali paket program. Tentunya
sebaiknya anda memilih paket program yang anda butuhkan saja untuk
menghemat harddisk. Pada dasarnya pola fikir yang digunakan tidak terlalu
rumit, secara sederhana kita biasanya memfokuskan pada penggunaan
workstation, server atau development. Masing-masing akan membutuhkan
software yang berbeda sekali satu sama lain.
Pada saat anda mencoba-coba Linux tidak ada salahnya sebanyak mungkin
software di install agar dapat dicoba berbagai hal yang berkaitan dengan
Linux. Biasanya cukup salah satu lingkungan grafik yang di install (saya
biasanya memilih KDE) agar tidak menghabiskan banyak ruang di harddisk.
Biasanya harddisk sebesar 1.5-1.9Gbyte cukup untuk menginstall cukup
banyak software termasuk source code untuk development. Waktu instalasi semua paket software akan sangat tergantung pada jenis CD
drive & komputer yang anda gunakan. Untuk komputer saya Pentium II 233MHz membutuhkan sekitar 45 menit s/d 1 jam untuk menginstall semua
paket software yang saya inginkan. Pada beberapa kesempatan saya sempat menginstall di mesin Pentium III CD drive > 40x, ternyata membutuhkan hanya sekitar 5-10 menit-an untuk menginstalasi semua software yang saya
butuhkan.
Setelah semua software di instalasi, anda akan di tanyakan password untuk
root (user tertinggi) di mesin anda. Jangan sampai lupa password root, karena dengan root anda dapat melakukan apa saja di komputer anda ini. Kemudian secara bertahap kita dapat memasukan user untuk komputer yang
akan kita gunakan. Informasi nama, username, password untuk masingmasing user harus dimasukan secara manual satu per satu. Sebaiknya untuk
penggunaan sehari-hari gunakan user non-root untuk menjaga jangan sampai kita mengubah konfigurasi system secara tidak sengaja. Kita akan di sodorkan beberapa pilihan untuk menset layar monitor, resolusi, tingkat warna-nya dll. Biasanya semua sudah di set dengan baik oleh software DrakX. Sehingga kita hampir tidak perlu melakukan apa-apa kecuali
menekan tombol OK. Untuk aman-nya pengalaman saya dalam pemilihan monitor yang di Linux, saya biasanya menggunakan setting generic untuk non-interlace monitor jika ingin memperoleh resolusi di atas 800×600..

BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan

a) Linux atau GNU/Linux adalah sistem operasi bebas yang sangat populer untuk computer yang disebarkan secara luas dengan gratis di bawah lisensi GNU General Publi License (GPL), yang berarti source
code Linux juga tersedia bagi public.
b) Pengembangan Linux pertama kali dilakukan oleh Linux Benedict Torvalds pada tahun 1991 di Universitas Helsinki, Finlandia. Kemudian Linux dikembangkan lagi dengan bantuan dari banyak programmer dan pakar UNIX di Internet. Linux ini bisa diperoleh dari beberapa distribusi yang umum digunakan, misalnya RedHat, Debian, Slackware, Caldera, Stampede Linux, TurboLinux dan lain-lain.
c) Linux memiliki banyak kelebihan dibanding system operasi windows diantaranya : mudah didapat dan gratis,mudah digunakan , tidak mudah dijangkiti virus atau bisa dikatakan bebas dari virus. Aplikasi – aplikasinya dapat diperoleh dengan mudah dan gratis. Hampir semua aplikasi di windows sudah tersedia di linux, sistem operasi linux relatif stabil atau bisa dikatakan tidak mengenal istilah “hang”.
d) File System Yang Stabil, Linux Mempunyai file system Ext2. File system jenis inilah yang menjadi file system, standar linux. Beberapa Distro kecil menggunakan ini sampai sekarang. Selain itu , ada yang namanya Ext3, ReiserFS,Minix dst.
2. Saran
Cobalah untuk menggunakan system operasi linux, dan beralih dari system operasi windows ke system operasi linux.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: